Tuesday 23rd January 2018

Pemprov Wujudkan Dukungan Infrastrukur Untuk ‘Riau Menyapa Dunia’

Pekanbaru, President Pos

Pemerintah Provinsi Riau meluncurkan tagline "Riau Menyapa Dunia" di Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI beberapa waktu lalu. Andi Rachman menjelaskan Pemprov Riau akan bertekad mendukung target pariwisata nasional. Menurutnya, Riau memiliki banyak agenda wisata atau calender event, seperti daya tarik alam, budaya, dan wisata buatan, yang cukup menarik wisatawan. Misalnya saja seperti Pantai Rupat dan Beting Aceh, Bono, Candi Muara Takus, Tour de Siak, Bono, dan kuliner andalannya Sagu Riau Menyapa Dunia.

Riau Menyapa Dunia yang dirilis oleh pemerintah provinsi setempat kembali meminta dukungan media massa sebagai pusat penyebaran informasi ke kancah nasional maupun internasional, dengan tajuk destinasi pariwisata berbasis budaya. Hal tersebut disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdaprov Riau, Kasiaruddin dalam sambutannya pada acara Focus Group Discussion media massa "Riau Menyapa Dunia" di Hotel Furaya, Kota Pekanbaru.

Kebijakan pengembangan sektor pariwisata dapat bersentuhan langsung dalam menopang perekonomian masyarakat di tengah perlambatan ekonomi akibat melemahnya dua komoditas andalan Riau yakni perkebunan dan migas. Hal ini juga berdampak pada berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
 
Sambungnya lagi, “Pemprov Riau sangat serius dalam mewujudkan visi 2020 dengan tagline "The Homeland of Melayu" yaitu menjadikan kawasan setempat destinasi pariwisata berbasis Budaya Melayu di Asia Tenggara sebagai lokomotif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat”, ujarnya.

Selain itu Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau Fahmizal mengatakan, “ Riau menyapa dunia merupakan wujud konkrit dalam mengembangkan sektor pariwisata. Hal itu juga menjadi bukti dukungan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata RI.  Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan promosi pariwisata Riau lebih luas lagi. Baik di tingkat nasional dan internasional dengan melibatkan berbagai stakeholder terkait”, bebernya lagi.

Pesona Pantai Rupat Utara dengan pasir putihnya bisa dimanfaatkan untuk voli pantai dan cocok untuk berjemur, berenang, menyelam, bahkan berselancar. Menyusuri bagian dalam pulau, akan dijumpai kawasan ekologi dengan segudang keunikan. 

Selain Pantai Rupat nan menawan, terdapat satu pantai lain di Pulau Rupat yang tak kalah mempesona. Pulau Beting Aceh adalah salah satu pulau kecil yang memiliki pasir pantai berbisik yang berbunyi jika disentuh. Di sini juga pengunjung akan diramaikan dengan tarian Zapin Api, menari di atas bara api, yang merupakan tarian khas Melayu di Kabupaten Bengkalis.

Pesona Ombak Bono juga tak kalah menarik. Ombaknya yang tanpa putus dengan panjang mencapai 30 kilometer sangat menarik ditunggangi para peselancar dunia. Peselancar Inggris Steve King dan James Cotton, serta Roger Gamble dan Zig van der Sluys asal Australia, adalah empat atlet yang menorehkan rekor dunia berselancar terpanjang di Bono Sungai Kampar.

Selain itu juga terdapat Candi Muara Takus, satu-satunya candi peninggalan sejarah agama Buddha di Sumatera. Candi ini diyakini merupakan candi tertua di Sumatera yang diperkirakan sudah ada sejak zaman keemasan Kerajaan Sriwijaya. Situs peninggalan sejarah ini sangat terkenal hingga mancanegara.

Tour de Siak (TDS), event balap sepeda tahunan, juga ikut memancing kunjungan pelancong dari luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan beberapa negara Timur Tengah. Ke depannya, Tour de Siak akan menambah rute baru, yaitu 10 kabupaten/kota di Provinsi Riau dan satu rute ke Negeri Jiran Malaysia. Masih ada lagi event-event unggulan lain yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, di antaranya Bakar Tongkang, Pacu Jalur, dan Gema Muharram.

Tambahnya lagi, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), pada perhelatan acara “Sagu Riau Menyapa Dunia” yang digelar di halaman Kantor Gubernur Riau, 25 Oktober 2016, mencatat suatu karya dalam kategori kuliner makanan terbanyak berbahan dasar sagu dengan jumlah 369 jenis olahan. Ini menunjukkan bahwa Riau menjadi potensi wisata kuliner yang sangat menjanjikan. Arsyadjuliandi bahkan berkomitmen acara ini akan menjadi agenda wisata setiap tahun. (Adv)

 

 

No Responses

Tinggalkan Balasan