Tuesday 23rd January 2018

Gubernur Nilai Peningkatan SDM Berdampak Pada Kesejahteraan

Pekanbaru, President Pos

Dengan meningkatkan SDM berkualitas diharapkan nantinya Riau mampu mewujudkan pendidikan bermutu yang mempunyai daya saing, langkah-langkah untuk hal tersebut dilakukan dengan pengembangan kurikulum dan sistem evaluasi, perbaikan sarana pendidikan, pengembangan dan pengdaan bahan belajar serta pelatihan bagi guru di berbagai jenjang pendidikan. “Pendidikan yang bermutu tergantung pada keberadaan guru yang bermutu, yaitu guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat. Sebab, guru yang bermutu merupakan syarat mutlak lahirnya sistem dan praktek pendidikan yang berkualitas. Sebab itu, hampir semua bangsa di dunia ini mengembangkan kebijakan yang mendorong keberadaan guru yang berkualitas”, ujar Gubri baru-baru ini seperti dilansir President Pos.

"Pendidikan yang bermutu memiliki kaitan ke depan dan kaitan ke belakang. Ini berarti bahwa pendidikan yang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang maju, modern, dan sejahtera. Untuk itu, perlu peningkatan SDM," kata Gubri menjelaskan.

"Sudah merupakan pendapat umum bahwa kemakmuran suatu bangsa berkaitan erat dengan kualitas atau mutu pendidikan bangsa yang bersangkutan. Bahkan, lebih spesifik lagi, bangsa-bangsa yang berhasil mencapai kemakmuran dan kesejahteraan dewasa ini adalah bangsa-bangsa yang melaksanakan pembangunan berdasarkan strategi pengembangan sumber daya manusianya”, terangnya lagi

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Riau melalui Kepala Dinas, Kamsol menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalankan dan merancang program untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Riau. Program telah dijalankan dan tepat untuk melahirkan SDM yang berkualitas.

"Mutu pendidikan dicerminkan oleh kompetensi lulusan yang dipengaruhi oleh kualitas proses dan isi pendidikan. Untuk itulah perlu dilakukan perubahan dan program yang dapat memberikan kualitas SDM kita, dan kita telah melaksanakan pelatihan tenaga kependidikan" kata Kamsol. 

Sambungnya, “beberapa program yang dijalankan juga masuk dalam program Nasional, diantaranya program “Indonesia pintar “ melalui Wajib Belajar 12 tahun bermutu bebas pungutan.  Meningkatkan produktifitas rakyat dan daya saing di pasar internasional. Membangun sejumlah science dan technopark di kawasan politeknik dan SMK-SMK dengan prasarana dan sarana dengan teknologi terkini”, ujarnya lagi.

Sebagai bentuk komitmen Pemprov Riau dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, tiap tahun alokasi pendidikan sebesar 25 persen dianggarkan dalam APBD, sesuai yang diamanatkan Pemerintah Pusat. Anggaran sebesar 25 persen tersebut dialokasikan untuk meningkatkan kualitas guru dan sarana maupun prasarana penddikan.

Pengratisan pendidikan kuliah bagi para guru tersebut terkait dengan kebijakan Pemprov Riau yang akan melakukan standarisasi pendidikan guru. Dimana nantinya, guru SD dan SMP wajib minimal berpendidikan S1. Sedangkan guru SMA minimal S2.

Aplikasi dari upaya peningkatan kualitas guru tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Riau mendorong para guru untuk melanjutkan pendidikan, dimana bagi guru yang belum strata satu (S1) agar dapat melanjutkan kuliah. Begitupun yang belum berpendidikan Strata Dua (S2), juga dapat melanjutkan pendidikan, karena Disdik telah menyiapkan anggaran melalui beasiswa.(Adv)

 

No Responses

Tinggalkan Balasan