Tuesday 23rd January 2018

Wakil Bupati Apresiasi Keberhasilan Karang Taruna

akukan IRS di Bagi Daerah Endemis Malaria

Asahan, President Pos

Untuk mengantisipasi penyakit malaria yang ditularkan melalui nyamuk apalagi dimusim hujan, Pemerintah Kabupaten Asahan menargetkan penyemprotan 7 ribu rumah dengan cairan anti nyamuk anopheles.

Program penyemprotan anopeles atau Indoor Residual Spraying (IRS) dilaksanakan  didaerah endemis yang dianggap rawan penyebaran penyakit malaria, seperti kecamatan Sei Kepayang, Silo Laut dan Tanjungbalai.

“Target kami dalam program IRS ini sebanyak 7000 rumah warga dinding rumahnya akan dilakukan penyemprotan dan kegiatan tersebut kini masih berlangsung,” kata Kepala Dinas Kesehatan Asahan, dr Aris Yudhariansyah kepada wartawan, Jumat (6/10).

Iapun menambahkan, salah satu jalan untuk menekan angka penyakit musiman malaria yang kerap datang pada bulan di musim hujan ini adalah dengna IRS. Penyemprotan dilakukan dengan menyemprot insektisida di mana nanti residunya akan menempel di dinding sehingga nyamuk yang menempel didinding akan mati.

Adapun, oprasional penyemprotan dengan memggunakan IRS ini menggunakan dana APBD. Hal ini sebagai bentuk dukungan pembangunan Kabupaten  Asahan yang memiliki target pada tahun 2020 Asahan tereliminasi dari kasus malaria.

“Tentunya hal tersebut berkat dukungan dan kerjasama dari masyarakat dalam mewujudkan misi Asahan sehat khususnya terbebas dari penyakit yang disebabkan oleh nyamuk”, tambahnya.

Adapun daerah yang menjadi target IRC yakni Kecamatan Sei Kepayang Timur sebanyak 1.300 rumah, Bagan Asahan 1.300 rumah, Sei Apung di 3Desa yakni 2.000 rumah, Silo Laut di 3 Desa 2.400 rumah.

Informasi yang diperoleh, adapun kasus malaria di Asahan sendiri kini mengalami penurunan. Penurun dimulai dari tahun 2014 dengan jumlah kasus sebanyak 2.389, kemudian pada tahun 2013 turun menjadi 1.018 kasus dan terakhir pada tahun 2016 kembali turun menjadi 688 kasus. (Zl)

 

Bupati Minta Panwascam Bekerja Profesional dan Netralitas

Asahan, President Pos

Setelah diumumkan lulus menjalani sejumlah tahapan ujian, 75 Anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kabupaten Asahan resmi dilantik, di Aula Hotel Sabty Garden, Jalan Pangeran Diponegoro Kisaran, Selasa (10/10).

Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP dalam sambutan dibacakan Asisten II, Jhon Hardi Nasution meminta kepada mereka yang baru dilantik untuk bekerja secara profesional dan dapat tetap menjaga netralitas. “Kepada Panwascam, kita minta bekerja dengan profesional dan menjunjung tinggi netralitas serta amanah,” ujarnya.

Panwascam juga diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dengan Panwaslih Kabupaten, Pemerintah Kecamatan, Desa dan Kelurahan serta Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Hal ini dilakukan agar pelaksanaan Pilkada dapat berjalan dengan baik dan sukses di Asahan.

Sedangkan Ketua Panwaslih Asahan, M Irfan Islami Rambe usai melantik Panwascam menekankan agar seluruh Panwascam bekerja sesuai peraturan dan fungsi di masing-masing wilayah tugas di 25 kecamatan se Kabupaten Asahan.

Lebih lanjut Panwaslih berpesan, agar Panwascam dapat menjaga amanah yang diberikan sebagai pengawas pemilihan pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara di Kabupaten Asahan. “Mari kita bekerja sesuai dengan aturan. Kami juga berharap dukungan semua pihak dalam melakukan pengawasan Pemilu di Asahan, “ ungkap Irfan.

Pelantikan Panwascam juga dirangkai dengan penandatanganan pakta integritas dan pembekalan tugas kepada Panwascam baru dilantik.

Mereka yang dilantik antara lain, Panwascam Kecamatan Kota Kisaran Barat yakni Heru Gunawan, Muhammad Faisal Nasution, Syafrizal Rany. Kota Kisaran Timur yakni, Fahrizal, Husni Mustofa, Yanto. Kecamatan Bandar Pasir Mandoge yakni, Angga Pratama Sinurat, Sardi Sitorus, Sarkawi Dharma Sitorus. Bandar Pulau yakni, Armaizal, Edison N Silalahi, Syamsir Alamsyah Putra. Buntu Pane yakni, Aliman, Mujiono, Syahran Saffari.(Zl)

No Responses

Tinggalkan Balasan