Tuesday 23rd January 2018

Pemkab Siapkan Dana Rp.6,5 Juta Untuk Satu RTLH

Asahan, President Pos
Wakil Bupati Asahan H Surya B Sc secara resmi mencanangkan bantuan program perehaban Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)  di Dusun VII Desa Kapias Batu VIII Kecamatan Tanjung Balai Kabupaten Asahan, Rabu (18/10).

Perehaban  tersebut dilakukan terhadap 2 ribu RTLH di 12 kecamatan di Kabupaten Asahan. Di mana setiap rumah mendapatkan biaya perehaban senilai Rp6,5 juta dengan total biaya perehaban Rp13 miliar yang ditampung dalam APBD Kabupaten Asahan tahun anggaran 2017.

“Program RTLH akan terus kita lanjutkan dan tuntaskan. Pelaksanaannya tahun ini di 13 kecamatan, kebetulan 13 kecamatan ini mendapat pembangunan non inftastruktur,” kata Wakil Bupati Asahan H Surya BSc saat mencanakan program RRTLH dalam sambutannya.

Wakil Bupati  menjelaskan program RTLH ini merupakan wujud kepedulian Pemkab Asahan kepada masyarakat dalam gerakan pengentasan kemiskinan secara terpadu. Dana yang diberikan tersebut dinilai belum cukup untuk merehab rumah warga, apalagi rumah dalam keadaan rusak berat.

“Maka itu gunakan dana tersebut seoptimal mungkin dan diharapkan adanya gotong royong berbagai pihak dan yang bersangkutan untuk mewujudkan rumah yang sehat layak huni. Ke depan diharapkan partisipasi masyarakat dalam mewujudakan program rumah yang layak huni sehingga masalah kemiskinan secara berlahan akan tuntas dari bumi Asahan untuk mewujudkan masyarakat Asahan yang religius, sehat, cerdas dan mandiri,” tambahnya.

Program RTLH, kata Surya,  juga bertujuan untuk meningkatkan keharmonisan dan martabat keluaraga dan program ini juga untuk mengurangi rumah yang tak layak huni. Maka itu, Pemkab Asahan telah bertekad untuk terus melanjutkan program RTLH ini secara berkesinabungan.

“ Rawatlah rumah ini dengan baik, buat rumah menjadi nyaman dan sehat. Dan yang utama isi rumah dengan nilai-nilai agama,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Asahan, Misli M Noor menjelasakan program RTLH tahun 2017 mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2016 sebelumnya Rp 5 juta perunit.  Pada tahun 2016, Pemkab Asahan telah berhasil merehabilitasi RTLH menjadi layak huni sebanyak 11.992 unit rumah dari data awal  14.973 rumah yang tidak layak huni di Kabupaten Asahan.  Sementara itu, untuk tahun 2017, program ini kembali dilanjutkan dengan merehabilitasi 2.000 rumah.

Pencanangan dirangkai dengan penyerahan bantuan kepada Pokmas, penyerahan bantuan kursi roda, bantuan tongkat, bantuan alat dengar dan penyerahan bantuan alat-alat dapur bagi keluarga fakir miskin.

Bupati Kabupaten Asahan Drs.H.Taufan Gama Simatupang MAP melalui Wakil Bupati H.Surya BSC pada pidatonya yang dihadapan  ribuan warga menerima bantuan RTLH mengatakan, Pemkab Asahan juga memberikan bantuan kursi roda terhadap anak cacat dan bantuan mesin kompresor untuk bengkel tempel ban.

Bantuan ini jangan dinilai jumlahnya, tetapi Pemkab Asahan menunjukan sikap rasa peduli terhadap masyarakat yang tinggal diperdesaan dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Asahan. (Zl)

Dinas Perikanan Targetkan 1 Juta Benih Ikan Pada Tahun 2017

Asahan, President Pos

Penyaluran benih ikan yang dilakukan Dinas Perikanan di Kabupaten Asahan telah mencapai 70 persen atau telah mencapai sekitar 900 ribu lebih benih ikan.

“Penyaluran benih tinggal sekitar 30 persen lagi kepada masyarakat,” demikian kata, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Asahan, Oktoni Eryanto, Rabu (18/10).

Oktoni yang didampingi pejabat pengadaan barang dan jasa menjelasakan bahwa biaya benih ikan yang disalurkan berasal dari APBD Asahan tahun 2017. Tahun 2017 pihaknya akan menyalurkan 1 juta benih ikan yang terdiri dari 5 jenis ikan. Yakni benih ikan lele, gurami, nila, patin dan ikan mas.

“Saat ini kita terus menyalurkan benih ikan tersebut. Artinya 1 juta lebih benih ikan akan tuntas kita salurkan. Semakin cepat kita salurkan maka semakin banyak manfaatnya bagi kelompok yang menerimaknya,” ungkap Oktoni.

Selain itu, Oktoni juga mengatakan pihaknya akan terus berusahan secepat mungkin menyerap anggaran yang ada di Dinas Perikanan. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat menikmati anggaran APBD Asahan tahun 2017 khusus bidang perikanan. (Zl)

Pangkalan Nakal Elpiji 3 Kg Bakal Ditutup

Asahan, President Pos

Banyaknya laporan masyarakat atas tindak tanduk pangkalan nakal atas penjualan elpiji 3 Kg bersubsidi membuat gerah tim monitoring elpiji 3 Kg Pemkab Asahan. Kabag Perekonomian Kabupaten Asahan berjanji dalam waktu dekat sejumlah pangkalan elpiji ini, akan disurvei. Jika terbukti masyarakat membeli di atas HET maka pangkalan terancam sanksi penutupan.

Hal ini dikatakan Kabag Perek Kabupaten Asahan Bahrumsyah kepada koran ini Rabu, (18/10). Menurutnya apabila ada pangkalan elpiji 3 kg yang menyusahakan masyarakat akan di rekomendasikan untuk di PHU (pemutusan hubungan usaha) kepada Pertamina Wilayah I Medan.

Bahrum menyatakan, ia bersama unsur LSM dan wartawan kembali akan melakukan sidak di sejumlah pangkalan di Kecamatan Kisaran Barat, Kisaran Timur, Kecamatan Air Joman serta Kecamatan Pulo Bandring.

Dikatakannnya lagi, ini menjadi semacam peringatan kepada para pemain gas elpiji subsidi di level tingkatan pangkalan maupun agen, sebab selama ini masyarakat sudah cukup dibuat susah akan mahalnya harga gas elpiji subsidi yang dijual baik ditingkat pangkalan sampai ke pengecer.

“Kalau yang tidak mematuhi aturan yang sudah ditetapkan kita akan mengambil tindakan tegas,” bebernya.

Lebih lanjut menurutnya lagi, peringatan ini akan diterapkan dengan tegas. Karena kita tidak ingin adanya permainan soal harga gas elpiji 3 Kg subsidi pemerintah dijadikan komoditas untuk mencari keuntungan pribadi. Sehingga menimbulkan keresahan masyarakat luas.

“Dalam hal ini kita tidak akan main-main dan tim monitoring akan kita turunkan dan sejumlah pangkalan nakal sudah kita data, apabila peringatan ini diabaikan kita tinggal memberikan sanksi,”ungkapnya.

Informasi dihimpun wartawan, adapun pangkalan rata-rata menjual gas berkisar Rp18.000 hingga Rp20.000 per tabung. Sementara HET Kabupaten Asahan terbagi 3 zona. Untuk Kisaran Timur dan Kisaran Barat dan sekitarnya Rp17.000 per tabung. Dan wilayah lainya Rp17.000 dan Rp17.500.

Seperti pengakuan yang disampaikan oleh warga kota Kisaran yang menjual gas elpiji ecaran di warung. Ia mengaku membeli dari seorang pensuplay gas elpiji oknum pangkalan sebesar Rp22.000 per tabung.

“Aku cuma ambil untung seribu dua ribu pak. Dari orang pangkalan yang biasa antar ke sini dihargai Rp22 ribu,” ucap wanita yang enggan menyebutkan namanya ini.

Padahal, menurutnya sebelum lebaran kemarin harga gas elpiji yang dijual ditingkat warung berkisar Rp19 ribu jika itu mengambil dari orang pangkalan yang menjual.

Sementara itu Hesti, warga kota Kisaran mengeluhkan mahalnya harga gas elpiji yang beredar di sejumlah warung maupun pangkalan. Menurutnya Pemkab Asahan melalui tim monitoring gas elpiji subsidi ini dalam mengatasi persoalan harga tak serius.

“Kalau memang katanya Pemkab Asahan punya tim monitoring gas elpiji subsidi kenapa harganya bisa mahal gitu, padahal tim monitoring kan mengunakan dana APBD Pemkab Asahan dengan dana puluhan juta, maka coba turun ke lokasi dan perhatikan kondisi masyarakat miskin sekarang ini,” keluhnya.

Sementara itu Ketua (LKI) Lembaga Konsumen Indonesia Kabupaten Asahan Ir. Suriandi mengatakan, sudah saatnya Pemkab Asahan membuat Perbuk tentang harga elpiji 3 Kg subsidi untuk melindungi masyarakat miskin. Tujuannya agar masyarakat dapat menikmati harga elpiji 3 Kg dengan harga yang sudah ditetapkan Pemkab Asahan. (Zl)

 

AMIK Royal Terima Tambahan Kuota Bidikmisi 2017

Asahan, President Pos

Akademi Manajemen Informatika Komputer (AMIK) Royal Kisaran kembali menerima tambahan kuota bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswanya melalui program Bidikmisi untuk tahun akademik 2017 yang berasal dari Direktorat Jendral (Dirjen) Pendidikan Tinggi melalui Kordinator Perguruan Tiggi Swasta (Kopertis) wilayah I.

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Amik Royal Kisaran, M Irfan Fahmi S.Kom M.Kom disela kegiatan pertemuan dengan orang tua mahasiswa penerima bantuan guna mensosialisasikan program Bidikmisi di kampus setempat, Selasa (17/10).

“Melalui pertemuan ini, kami berharap kepada para mahasiswa penerima bantuan Bidikmisi ini agar belajar dengan sungguh sungguh karena biaya pendidikannya sudah ditanggung oleh pemerintah. Juga kepada orangtua agar selalu mensupport anaknya,” kata Irfan.

Lebih lanjut Irfan menambahkan, kouta Bidikmisi untuk AMIK Royal Kisaran sejak pertama kali program ini bergulir di kampusnya pada tahun 2014 terus mengalami penambahan kuota. Hal tersebut tentu saja menjadi satu predikat baik terhadap institusi yang dipimpinnya mengingat pemerintah tetap mempercayakan kampus yang dipimpinnya itu sebagai penerima bantuan untuk mahasiswa.

“Alhamdulilah program penerima bantuan Bidikmisi untuk AMIK Royal sejak tahun 2014 jumlahnya semakin bertambah. Pada tahun ini ada sebanyak enam orang mahasiswa penerima,” ujarnya, seraya memperlihatkan surat yang ditantadangani oleh Kopertis Wilayah I melalui nomor suratnya 037/K1.1/BW/2017 tentang pendistribusian kuota tambahan Bidikmisi tahun 2017.

Sementara itu, Wakil Direktur (Wadir) III Sudarmin S Kom M Kom didampingi  Wadir II Santoso, SE MM menambahkan, ditahun yang sama AMIK Royal Kisaran juga menerima dana hibah Program Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PPTS).

“Dengan diterimanya sejumlah hibah dari Kemenriset Dikti tersebut, kedepan dapat meningkatkan pemerataan akses jenjang perguruan tinggi dan memperluas manfaat dan partisipasi masyarakat untuk pendidikan,” jelas Sudarmin.
Ia juga mengharapkan kepada mahasiswa penerima bidikmisi ini harus lebih semangat belajar dan menggali ilmu karena biaya pendidikannya sudah dibayarkan oleh Negara.

Sementara itu Dewi Ratna, orang tua mahasiswa ata nama M Ilham Wahyudi salah seorang penerima bantuan Bidikmisi mengaku sangat bersyukur atas perhatian  yang diberikan oleh pemerintah untuk warga kurang mampu yang ingin mengkuliahkan anaknya.

“Anak saya tidak lagi membayar uang semester dan uang pratikum lainnya, serta biaya hidup juga ditangggung,” ujar Dewi Ratna.  (Zl)

 

Pemkab Siap Pertahankan Predikat Kecamatan Terbaik Se-Sumut

Asahan, President Pos

Kabupaten Asahan mendelegasikan kecamatan Simpang Empat pada lomba penilaian kecamatan terbaik se Sumatera Utara, dan kini tengah bersaing dengan puluhan kecamatan lainnya untuk menjadi yang terbaik di Sumatera Utara tahun 2017.

“Kita telah mengikuti tahap seleksi penilaian Kamis kemarin. Harapan kita semua, kecamatan Simpang Empat bisa masuk dalam tahap selanjutnya menjadi yang terbaik dan membanggakan Kabupaten Asahan,” kata Armansyah camat Kecamatan Simpang Empat saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (15/10).

Pengharapan itu kata Armansyah demi menjaga trend positif yang dimiliki oleh Kabupaten Asahan pada tahun tahun sebelumnya dimana tahun 2013 kecamatan Kota Kisaran Timur menjadi juara kecamatan terbaik se Sumut. Prestasi itu berhasil dipertahankan pada tahun 2015 oleh kecamatan Kota Kisaran Barat mewakili Kabupaten Asahan.

“Saat ini kami sedang berjuang keras. Semoga tahun 2017 ini kecamatan Simpang Empat keluar menjadi yang terbaik. Mohon doanya,” ujarnya.

Sebelumnya, kegiatan penilaian oleh Biro Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara dilakukan Kamis (12/10) lalu.  Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP dalam sambutan dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Nazaruddin mengatakan, penilaian yang dilakukan tim dari provinsi hendaknya menjadi motivasi bagi camat yang lain dalam pembinaan kader di masa mendatang.

“Kepada camat yang lain, jadikan kegiatan hari ini menjadi semangat untuk berkompetisi dalam pembinaan kader serta tertibnya administrasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,”katanya.

Menurut  Bupati Asahan, penilaian kecamatan terbaik tidak boleh hanya dijadikan ajang pencarian nilai sekedar mencapai prestasi sementara. Justru penilaian kecamatan ini, harus dijadikan sarana  membentuk komitmen kerja yang sungguh-sungguh, sehingga prestasi yang dicapai nantinya dapat menjadi budaya dan sasaran kinerja  pembangunan yang dilaksanakan setiap hari.

“Lebih penting lagi, selalu mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bekerjasama dan sama-sama bekerja membangun wilayah kecamatan dan kelurahan,” pesan Bupati saat dibacakan pidato amanatnya. (Zl)

 

4 Pesepakbola Asahan ke Barcelona dan Real Madrid

Asahan, President Pos

Ada kabar menggembirakan untuk pecinta sepakbola di Indonedia, khususnya di Asahan. Empat talenta muda yang bernaung di Sekolah Sepakbola Bakrie Asahan akan berangkat ke Spanyol demi menimba ilmu di Barcelona dan Real madrid.

Keempat pemain tersebut adalah Gilang Gunawan, Muhammad Adha Butar Butar, Farhan Nasution, dan Yuridis Ikhsan.
Sebelum berangkat, keempat pemain asal Sumatera Utara ini bertemu langsung dengan Pembina SSB Bakrie Asahan, Nirwan Dermawan Bakrie. Bertempat di Wisma Bakrie 2, Jumat (13/10).

Empat pemain muda tersebut bertemu Nirwan untuk meminta restu. Nirwan mengaku bangga dengan pencapaian keempat pemain muda tersebut. Diharapkan keempat pemain tersebut bisa menunjukkan perkembangan positif di Spanyol dan mengharumkan nama Indonesia.

“Saya bangga sekali. Dengan kesempatan ini, mereka bisa mengharumkan nama Indonesia di internasional. Semoga dengan kesempatan ini, mereka bisa mendapatkan pengalaman dan mewujudkan mimpi main di Timnas Indonesia,” kata Nirwan.

Melalui SSB Bakrie Asahan, Nirwan berjanji akan mencari bibit sepakbola terbaik di Indonesia. Tak hanya yang punya kualitas teknik, tapi juga akademik.

“Saya lihat sekarang (pembinaan usia muda) kurang. Makanya, kami coba untuk tetap ada untuk mencari pemuda. SSB Bakrie Asahan bukan cuma untuk olahraga saja, tapi juga akademis. Jadi, pemain-pemain ini kan di usia 18 tahun nanti akan masuk klub. Kami dukung ke mana saja mereka akan bermain, atau melanjutkan studi ke universitas,” ujar Nirwan.

Keempat pemain ini dijadwalkan akan berangkat ke Spanyol pada 25 Oktober 2017 mendatang. Farhan, Gilang, Adha, dan Iksan, akan melakoni program latihan, seperti uji coba dan lainnya.

Rencananya, para pemain ini akan menimba ilmu selama di Barca tiga hari dan Madrid dalam tempo yang sama. (Zl)

 

Ratusan Mahasiswa FKIP UNA Mengikuti Kuliah Umum

Asahan, President Pos

Ratusan mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Asahan (UNA) mengikuti kuliah umum dengan tema “Pembentukan Karakter Berbasis Kearifan Lokal.” Kegiatan dilaksanakan, Sabtu (14/10) di aula fakultas FKIP Universitas Asahan.

Dalam kesempatan tersebut Drs Dailami MPd selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FKIP mengatakan, kuliah umum tersebut menghadirkan pembicara Prof Dr Robert Sibarani MS selaku Direktur Pasca Sarjana dari Universitas Sumatera Utara (USU). Sedangkan peserta kuliah umum diikuti sekitar lima ratus mahasiswa dari tiga program studi di FKIP.

“Dengan adanya kuliah umum ini, diharapkan kepada mahasiswa kami bisa menambah pengetahuan dan informasi kiat apa saja yang akan dihadapi seorang guru untuk meraih keberhasilannya ke depan. Sebab seluruh mahasiswa FKIP UNA adalah calon guru yang cepat atau lambat mereka sudah harus siap terjun ke dunia pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UNA Prof Dr Ibnu Hajar Damanik M.Si yang turut hadir memberiakan sambutan dalam kuliah umum tersebut menyambut positif dan mengapresiasi pihak fakultas atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Lebih lanjut menurut Ibnu Hajar, kita mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang turut mendukung UNA berakselerasi menuju kampus unggul serta menjadi terdepan dibidangnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, untuk itu, kita meminta kepada semua pihak yang terlibat agar aktif bekerja lebih baik, tulus demi kemajuan UNA  dan menjadi salah satu kampus yang Berjaya sehingga menjadi salah satu kiblat pendidikan tinggi di Sumatera Utara.

Senada disampaikan oleh Dekan FKIP Drs Ely Ezir MS yang mengharapkan kuliah umum tersebut dapat diserap dan diambil wawasannya kepada mahasiswa yang menjadi peserta.

“Sebab untuk meraih kesuksesan dan keberhasilan tidaklah mudah perlu banyak belajar dan menggali informasi,” pesannya.

Di hadapa ratusan mahasiswa yang mengikuti kuliah umum tersebut Prof Dr Robert Sibarani MS mengingatkan kepada para mahasiswa agar senantiasa meningkatkan kemampuan membangun hubungan yang baik kepada orang lain. Menurutnya komunikasi baik merupakan bagian dari kunci keberhasilan.

Selain itu dikatakan oleh Robert, kearifan lokal yang menjadi kunci kesuksesan seorang guru yang dia maksud diantaranya adalah rajin, disiplin serta dapat membedakan waktu antara belajar dan bermain, kreatif dan inofatif, serta hemat dan mandiri.

“Itulah diantara karakter etos kerja kearifan lokal yang sejak dulu diajarkan kepada kita. Jika kedepan ingin berhasil menjadi pendidik  yang berkarakter,” pesannya.

Sebelumnya, di hari yang sama FKIP UNA melaksanakan kegiatan pelantikan Dewan Permusyawaratan Mahasiswa (DPM) periode 2017 – 2018 yang diketuai oleh Nurul Habib Tanjung serta pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa yang dipimpin Mutia Putri Saniram (Zl)

 

Hut ke 65, Polres Asahan Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks

Asahan, President Pos

Polres Asahan menggelar kegiatan deteksi dini kanker serviks kepada Bhayangkari, Polwan, PNS Polri, wali murid TK Kemala Bhayangkari 08 dan masyarakat, Jumat (13/10/2017) di Ruangan TK Kemala Bhayangkari 08 Kota Kisaran.Kegiatan yang bertemakan Mewujudkan Indonesia Bebas Kanker Serviks dengan Tes Iva dan Kanker Payudara melalui SADARI ini merupakan rangkaian kegiatan HUT ke 65 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB).
Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga mengatakan, moment ini dapat dimanfaatkan untuk memperhatikan diri, keluarga dan lingkungan kerja.

“Teori manapun menyatakan pencegahan itu lebih efektif dari pada pengobatan apalagi urusan kesehatan, kadang tidak kita sadari tiba tiba sakitnya sudah stadium lanjut,” lanjutnya.

Ketua cabang Bhayangkari Polres Asahan, Ny dr Rima Syahrin Ritonga saat memberikan sambutan merasakan sejalan dengan gerakan yang bertemakan Mewujutkan Indonesi Bebas Kanker Servik Dan Payudar Dalam Rangka HUT HKGB Ke-65 Tahun 2017, Bhayangkari Cabang Polres Asahan menyusun program-program yang dapat merubah pola pikir dan memberdayakan masyarakat agar dapat hidup mandiri, produktif, kreatif, dan berkarakter untuk mendorong tercapainya kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

"Semoga dengan deteksi dini dapat meminimalisir penderita kanker serviks. Juga mempermudah mengobatinya kepada penderita yang diketahui sejak stadium awal, ini dapat membantu kualitas kesehatan kita semua," Kata Ibu Ketua Bhayangkari ini.

Sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan, Bhayangkari Cabang Polres Asahan mengadakan pemeriksaan dini kanker serviks dengan tes Iva dan Kangker payudara terhadap Bhayangkari dan masyarakat umum bekerja sama dengan Klinik Polres Asahan dan Puskesmas Mutiara Kabupaten Asahan.

Program ini telah dicanangkan untuk mengurangi angka kematian pada wanita akibat kanker dan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan yang tinggi melalui pelaksanaan hidup sehat.

“Saya berharap melalui kegiatan ini dapat menjadi bagian upaya promotif dan preventif pada masyarakat luas pada umumnya, dan pekerja wanita pada khususnya. Kegiatan ini dapat menjadi contoh sebagai bentuk kepedulian pada upaya pencegahan kanker serviks secara komprehensif dan berkesinambungan,” ujar Rima Syahrin Ritonga.

Kanker serviks adalah jenis kanker yang memiliki peringkat prevalensi kedua setelah kanker payudara yang banyak ditemukan di Indonesia. Ini menunjukan bahwa rata-rata setiap jam jumlah penderita kanker serviks bertambah dan menyebabkan meninggal dunia. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat dalam kurun waktu 10 tahun mendatang jika tidak dilakukan tindakan upaya-upaya pencegahan.(Zl)

 

Reses DPRD Asahan, Ini Permintaan Warga

Asahan, President Pos

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Asahan, H Henri Siregar melakukan reses di Kelurahan Tegal Sari Kecamatan Kisaran Barat Asahan, Kamis (12/10/2017).Selain menjalin silahturahmi, Henri menerima dua aspirasi rakyat yaitu maraknya peredaran narkoba di Kelurahan Tegal Sari, khususnya di kawasan Jalan Sei Asahan dan permohonan bantuan dana pembangunan ruang kelas Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA).

Persoalan peredaran narkoba di sampaikan Lurah Kelurahan Tegal Sari Muhammad Ibnu. Sebagai lurah, ia merasa miris terhadap maraknya peredaran narkoba yang dijuluki sebagai Kampumg Narkoba itu.“Kami berharap, Bapak H Henri bisa mencarikan solusi agar peredaran narkoba di daerah kami ini bisa diberantas. Sebab, meskipun penindakan terhadap pelaku (narkoba) terus dilakukan aparat penegak hukum, tapi peredaran narkoba tetap saja marak,” pinta Ibnu.

Sementara itu, Ketua Yayasan MDTA, Asri, memohon kepada politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu supaya mengusulkan bantuan dana untuk pembangunan 2 ruang kelas sekolah pendidikan agama islam itu kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan.
 
Sebab, bantuan hibah yang telah diterima sebelumnya sebesar Rp. 20 juta dari dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Asahan Tahun Anggaran 2017, dinilai masih kurang untuk membangun kelas hingga selesai.

“Kalau bisa, madrasah kami dapat diberi bantuan dana lagi,” pintanya. Permohonan bantuan dana itu juga ditegaskan warga lainnya, Ismadewi. Ia menilai, bahwa tambahan ruang belajar bagi murid sangat dibutuhkan dan mendesak.

“MDTA sangat berarti bagi kami pak. Kami berharap anak anak kami disini bisa ditampung untuk belajar di MDTA ini. Sementara ruangan kelas yang ada terbatas,” pungkasnya.

Menyahuti masalah peredaran narkoba, Henri berjanji akan mengoordinasikan pemberantasan narkoba dengan para pihak berwenang. Namun, ia meminta kepada warga, khususunya orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak.

Dengan demikian, perubahan perilaku anak dapat diantisipasi sejak dini, jika terindikasi mengonsumsi narkoba.
“Persoalan narkoba bukan hanya menjadi tanggung pemerintah saja. Kita sebagai orang tua juga harus ikut berperan aktif mengawasi,” kata Henri.

“Selain itu, pembekalan pendidikan agama kepada anak juga harus dilakukan dari mulai usia dini. Karena Agama merupakan benteng, agar terhindar dari perbuatan tercela, termasuk narkoba ” sambungnya.

Terkait pembangunan ruang belajar MTDA, Henri menerangkan, bahwa usulan bantuan dana pembangunan ruang belajar tidak bisa diberikan. Sebab, bantuan dalam bentuk hibah maupun bantuan sosial tidak bisa diberikan setiap tahun kepada lembaga yang sama.

“Meskipun begitu, secara pribadi, saya akan memberikan bantuan, yang disisihkan dari tunjangan reses saya,” tandasnya.

Kegiatan itu dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas MDTA oleh Henri Siregar. Acara dilanjutkan dengan pemberian penali kasih kepada anak yatim, dan bantuan berupa pengeras suara kepada kelompok perwiritan di Kelurahan Tegal Sari Kisaran. (Zl)

No Responses

Tinggalkan Balasan