Tuesday 23rd January 2018

Menarik Kendaraan Sepihak,Amir Muthalib Soroti PT.FIF Multi Finance

Duri,President Pos

Menanggapi keresahan masyarakat dari pemberitaan dari beberapa Media cetak dan Online hampir di seluruh daerah di Indonesia terkait penarikan barang secara sepihak, Ketua Umum DPP-LPPAN-RI mendesak Otoritas Jasa Keuangan RI untuk menindak tegas setiap perusahaan penyedia jasa keuangan yang menggunakan jasa Debt Colector nakal dan tidak beretika serta brutal dalam melakukan penagihan terhadap konsumen yang menunggak angsuran pembayaran.

Menurut Amir,Bahwa hukum tentang pengalihan hak yang kerab disebut Fidusia sangat jelas dan secara jelas mengatur tentang pengalihan hak dan kewajiban kedua belah pihak tentang perkara perdata ini, tidak dibenarkan sama sekali untuk menarik secara paksa unit kendaraan yang ada pada konsumen yang menunggak pembayaran kreditnya, apabila hal itu juga tetap terjadi dengan cara memaksa secara sepihak untuk menarik maka itu ranahnya sudah hukum pidana,kata Amir Muthalib.

Seperti yang terjadi baru-baru ini di Aceh, PT.FIF Multi Finance salah satu perusahaan pembiayaan kredit menarik secara sepihak kendaraan konsumen ,Dimana hal ini  sudah sangat meresahkan masyarakat pemerintah harus mengevaluasi keberadaan FIF di Aceh ,ungkap Amir Muthalib.

Ketua Umum DPP-LPPAN-RI Amir ini mendesak Kementerian Keuangan dan  Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia untuk memberikan sanksi yang tegas kepada perusahan juga DPP-LPPAN-RI merekomendasikan untuk membentuk tim khusus pengawasan pemantauan serta penindakan pada perusahaan nakal yang menggunakan jasa yang sering dijulukin 'si mata elang' itu.

" Pemerintah Aceh harus evaluasi itu FIF, baik dari sisi moril petugas debt collectornya di lapangan, maupun kontribusinya untuk Aceh,"sebutnya pada Jum'at, (8/9).

Pernyataan itu ia sampaikan, mengingat begitu banyaknya perlakuan tidak pantas yang dialami masyarakat terkait keberadaan sejumlah perusahaan pembiayaan kredit kendaraan bagi masyarakat di Aceh juga di seluruh Indonesia.

" Dalam hal ini jangan disamakanlah Aceh dengan daerah-daerah lain, hargai ke khususannya, adat budayanya Aceh jangan diremehkan akan berakibat fatal bagi semuanya," ucapnya.

Dia mendesak Pemerintah Aceh dan semua kalangan untuk bersikap tegas terhadap perusahaan manapun di Aceh, yang berbuat semena-mena.

Juga katanya," Perusahaan dapat berapa setahun dan berapa konstribusinya untuk Aceh? kalau tidak jelas, silahkan angkat kaki saja," sebutnya lagi.

Mengingat adanya korban dugaan kekerasan yang dilakukan oleh oknum debt colector, Selanjutnya Amir menyarankan masyarakat yang jadi korban membuat pengaduan ke pihak yang berwajib agar ditindaklanjuti,sebutnya.

" Silahkan saja masyarakat yang menjadi korban perbuatan tidak pantas atau premanisme, membuat laporannya secara resmi ke pihak kepolisian setempat, begitu juga halnya dengan pihak kepolisian jangan hanya menunggu bola untuk menciptakan masyarakat yang aman dan kondusif, berikanlah Pelayanannya secara maksimal dan bertindak lebih dini itu lebih baik daripada menunggu korban berjatuhan terlalu banyak,"sebutnya mengakhiri.(rusli)

No Responses

Tinggalkan Balasan